Senin, Desember 15, 2008

EBOUGH!!!!

Sudahlah..

tolong hentikan , aku sudah hampir menyerah, baru kali ini aku sangat terpojok dan kau terus menerus pojokkan aku, ah bukan kau. memang aku , aku yang seharusnya bisa menjawab tantanganmu. Kalau saja aku masih komplit seperti dulu.

kalau memang sudah tak mungkin kau lempar pisaumu, mengapa kau masih memakai kudaku, memang kau indian yang tak pernah kalah perang, selalu dapat kau hancurleburkan, strategi-strategi selicik tigabelasjuta sel otak sang jenderal taktik.

sekarang saatnya kau harus tidur, pulas, istirahatlah, mengapa masih kau paksa untuk naiki kudaku, kurasa kaulah yang sekarang mengujiku kawan. kau ingin kulemparkan pisaumu ke jantungmu agar aku tak melihatmu menaiki kudaku.

itukah yang kau inginkan kawan?

tidak, kau tidak berkata “ya” atau “tidak” atau “terserah” atau apalah, kau masih punya sikap. Sikapmu yang takkan pernah bisa kumengerti, mesti telah kujadikan rumahmu sebagai rumahku selama ini, pipamu sebagai pipaku

namun tetap saja kau takkan pernah bisa kumengerti…

matilah kawan, matilah dengan tenang, kau memang harus mati, jangan kau paksakan sampai kau mengalami kematian yang menyakitkan

kawan

semoga

Tidak ada komentar:

Powered By Blogger