Brian May mencoba bertinju dengan melody ala rhapsody….
tapi apa yang tertancap di otakku (hmpf la kon sopo?)
“can anybody find me, find me somebody to love..”
sudah lama terpikir sebuah kejenuhan akan kesendirianku (kuapok) lost almoust everything that i’ve joyed… kini menghadapi kejenuhan-kejenuhan baru.
sebenarnya entah harus apa yang kuperbuat, ada serangan kebodohan menghinggapiku (hal yang jarang kutemui sejak kematian imajiner yang kubuat. (udah ah intronya)
beberapa hal yang sedikit banyak sangat menjengkelkan, aku harus berhadapan dengan lagu yang tak kusuka dan gaya hidup yang tak kusuka (istilah e ga banget), mungkin karena salahku sendiri, whatever (intro lagi)
oke, pertama gaya.., aku harus bertemu orang-orang yang ndeso, It’s ok, i like it (swear), tapi mereka terlalu total. Gampangnya mereka mencoba dengan seenaknya mencampur gaya mereka, It’s invotive, dont you think?
mereka mencoba untuk menjadi tanggung, separo kota separo diri mereka. Oke-lah, gaya kota memang bagus, gaya ndeso juga bagus, tapi sifatnya kontradiktif.
Aku punya istilah dari seorang guru teaterku, “pecel kalo dicampur dengan kue tart apa kamu mau? >>>pecel menurut orang desa enak, tart menurut orang kota enak, lakalo dicampur?? entah rasanya seperti apa, sepertinya aku ga bakal sukagentlemen, seperti sifat laki-laki.
Tapi menurutku mereka akan berevolusi menjadi wanita (really friends, i hate it), mungkin, memang sudah diramalkan bahwa laki-laki akan menyerupai wanita, mungkin pula memang sudah tak bisa lagi mengelak dari yang namanya budaya Melo. It’s ok, kalau masih ingat kalo kalian lelaki, (euh kemeruh )
beberapa hal yang kongkrit, kulihat dengan matakepalaku sendiri (istilahnya Ronster, field report), ada temanku yang punya hobi gosip, pake kosmetik, hobi curhat, suka nangis, ga mau denger hal lain selain hal-hal yang menyentuh (sinetron, reality show’s,) dan banyak yang lain yang ga bisa disebutkan satu persatu, (kesian). Sesekali, wajar-lah, aku juga pernah, tapi kalo keterusan mau jadi apa? PESOLEK MELOw?
sekalian, aku sebutkan yang paling Pathetic for me, “Eh, kamu tau ga? si anu ninggalin anu karena dia itu aslinya suka ama si anu, liat aja gayanya sekarang…, kan kesian si anu (mantan pacar si anu), emang ga punya perasaan si anu, amit-amit deh deket-deket ma si anu”
>>> kesian kan si Abdul ANU Harahap people’s choises i guess, but i wont…
yeah mungkin aku saja yang hiperbolis,
hm.., ada kata-kata bagus
“Orang yang begitu saja percaya dengan mudahnya menandakan ia sedang dalam kebodohan”
“Doubt all u can see”-Descartes
nuhun

Tidak ada komentar:
Posting Komentar