“Kalau Jodoh, kita pasti kan menikah
kalau tak jodoh kita hanya jadi kawan”
- Naif -
beberapa hari lalu temanku bertanya, “kemana saja? sakit?” aku cuma mengangguk pelan, males cari-cari alasan, “sakit cinta ta?” dia tertawa. Aku tersenyum formalitas, Heu, (ndedez ae)
tak berapa lama aku jadi terpikir, apa itu sakit cinta? apakah aku sakit cinta? yeah, maybe..,
Hampir semua orang pernah merasa sakit karena cinta, bagaimanapun bentuk dan rasanya.
Tapi mengapa juga itu yang ditanyakan padaku? beberapa teman dekat juga mungkin melihatku seperti orang yang sedang stres dan mungkin juga akan beranggapan aku sakit cinta, whatever, lagipula i love pain.., tapi kenapa juga harus menduga sakit cinta?
Akhir-akhir ini entah kenapa aku mulai berubah (lagi) menjadi yang kuinginkan tapi tidak kuidamkan, aku suka sendiri, aku suka bersih-bersih, dan aku suka berkelahi hahaha, entahlah.., dan juga mulai sering berpikir realistis, praktis, ekonomis dan sedikit mistis (hehehe) —juga suka menulis—
balik lagi ke atas banget, (sory kalo yang baca disuruh jumpalitan keatas) menurutku itu adalah jawaban yang tepat untuk pertanyaan temanku padaku,
yeah “jodoh mah sudah diatur” kenapa orang yang kelihatannya stres harus diberi diagnosa awal kalau dia mengidap penyakit umum yang sangat berbahaya pada masyarakat yang persebarannya tidak dapat dikendalikan yang disenut sakit cinta…, fiuuh (spell it fluently and add more speed) masih banyak yang harus aku kerjakan, masih banyak yang harus kurencanakan, banyak cita-cita yang harus kukejar, banyak kegiatan lain yang bisa jadi motivasi dan banyak janda-janda muda yang butuh kasih sayang (kata sapa lupa ah hahahaha)
masih banyak pertanyaan yang belum bisa kutemukan jawabannya, kenapa harus naif? kenapa belakangan aku suka naif, kenapa belakangan ini aku suka menyendiri, kenapa aku berubah?
beberapa hari lalu aku juga menemukan hal-hal baru dari petualangan baruku, aku baru tahu kalau aku itu bakat menyendiri. Ibuku bercerita bahwa sewaktu dalam kandungan beliau pengen menyendiri terus, tidak suka keramaianm jadi yah…, mungkin itu yang membuat aku bakat untuk menyendiri selama berhari-hari/berminggu-minggu/berbulan-bulan (euh, terlalu kayanya yah). Lain lagi dengan keponakanku (5th) yang sekarang punya hobi membaca tafsir qur’an dan jadi kritikus…
well, too much for nothing…,
sekianlah konfirmasi dariku untukku dan kugunakan buat yang ingin baca saja, semoga bermanfaat.., semoga saja semua akan baik-baik saja..
aloner
hahahaha…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar