Rindu juga dengan menuliskan kata-kata yang bersliweran di kepala saya. Banyak hal yang ingin saya tuliskan, berebut keluar satu persatu. Okelah saya akan tuliskan hal simple yg baru-baru ini saya alami
DRAMA-DRAMA QUEEN,
mengapa QUEEN? karena menurut saya drama lebih condong pada sifat wanita
Berawal dari mimpi saya yang membuat saya malas untuk bangun dan beraktifitas,
Saya bermimpi dipeluk dari belakang sangat erat oleh wanita yang spesial bagi saya, jujur saja saya sangat merindukan ketika kami masih satu visi, dan juga seorang anak kecil yg entah kenapa sangat saya sayangi
DRAMA,
lalu kenyataan dan tuntutan ekonomi memaksa saya untuk beranjak pada dunia nyata meskipun saya enggan.
Drama ini akan menimbulkan "penyakit" menurut pandangan unum, karena banyak hal pandangan masyarakat umum yang kontradiktif dengan prinsip saya. Lalu terpikir oleh saya bagaimana jika saya meninggal dalam kondisi sendirian, tanpa teman dan tanpa ada yang mengetahui. Saya memandang kejadian tersebut sebagai ketulusan dan kepasrahan pada takdir setiap mahluk hidup yang menakjubkan, yang sayangnya manusia sangat jarang melihat dari sudup pandang itu.
ambil contoh hewan-hewan yg mati di padang pasir atau rimba afrika, siapa yg akan temani mereka?
saya melihatnya sebagai kejujuran, keikhlasan keberanian dan kepasrahan pada takdir yang diberikanNya, menurut saya itu hal yang sangat menakjubka
lalu dimana peran DRAMA waktu kita menghadapi hal yang demikian?
toh nanti di hari pengadilan, tidak ada yg dapat membantu kita, setiap anggota tubuh kitapun akan membeberbekan fakta semua perbuatan kita,
ditelanjangi secara hakiki
Saya memandang hal itu hampir setara dengan kenikmatan meninggal tanpa menyusahkan orang lain,
mati
sendirI
tanpa ada yang mengetahui
13 juni 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar