Rabu, Juni 12, 2019

Ruang tunggu godot

Rindu juga dengan menuliskan kata-kata yang bersliweran di kepala saya. Banyak hal yang ingin saya tuliskan, berebut keluar satu persatu. Okelah saya akan tuliskan hal simple yg baru-baru ini saya alami
DRAMA-DRAMA QUEEN,
mengapa QUEEN? karena menurut saya drama lebih condong pada sifat wanita

Berawal dari mimpi saya yang membuat saya malas untuk bangun dan beraktifitas,
Saya bermimpi dipeluk dari belakang sangat erat oleh wanita yang spesial bagi saya, jujur saja saya sangat merindukan ketika kami masih satu visi, dan juga seorang anak kecil yg entah kenapa sangat saya sayangi

DRAMA,
lalu kenyataan dan tuntutan ekonomi memaksa saya untuk beranjak pada dunia nyata meskipun saya enggan.

Drama ini akan menimbulkan "penyakit" menurut pandangan unum, karena banyak hal pandangan masyarakat umum yang kontradiktif dengan prinsip saya.  Lalu terpikir oleh saya bagaimana jika saya meninggal dalam kondisi sendirian, tanpa teman dan tanpa ada yang mengetahui. Saya memandang kejadian tersebut sebagai ketulusan dan kepasrahan pada takdir setiap mahluk hidup yang menakjubkan, yang sayangnya manusia sangat jarang melihat dari sudup pandang itu.
ambil contoh hewan-hewan yg mati di padang pasir atau rimba afrika, siapa yg akan temani mereka?
saya melihatnya sebagai kejujuran, keikhlasan keberanian dan kepasrahan pada takdir yang diberikanNya, menurut saya itu hal yang sangat menakjubka
lalu dimana peran DRAMA waktu kita menghadapi hal yang demikian?
toh nanti di hari pengadilan, tidak ada yg dapat membantu kita, setiap anggota tubuh kitapun akan membeberbekan fakta semua perbuatan kita,
ditelanjangi secara hakiki
Saya memandang hal itu hampir setara dengan kenikmatan meninggal tanpa menyusahkan orang lain,
mati
sendirI
tanpa ada yang mengetahui

13 juni 2019

Rabu, Desember 17, 2008

Destiny Is a funny Thing

Across The night Across the universe Across THe reality Across the rime Across the loneliness Across the hope Would it be nice i fellin love in my own daydream that applied by the others Some people luck,some doesn't rwalize their luck "neighbour yards always greener|they said it all classic habbit, which no one left to blame "It has to be me| they deffends who are you "I'm an superfantastic with no luck" so if you a SuperFantastic Megalomaniac, why you ask for more "I have no luck" So which do you choose? is it luck? or silly dummy creepy weirdo? the destiny is a funny thing u can imagine what it would became keep on mind and open heart, u'll find your destiny someday

Senin, Desember 15, 2008

EBOUGH!!!!

Sudahlah..

tolong hentikan , aku sudah hampir menyerah, baru kali ini aku sangat terpojok dan kau terus menerus pojokkan aku, ah bukan kau. memang aku , aku yang seharusnya bisa menjawab tantanganmu. Kalau saja aku masih komplit seperti dulu.

kalau memang sudah tak mungkin kau lempar pisaumu, mengapa kau masih memakai kudaku, memang kau indian yang tak pernah kalah perang, selalu dapat kau hancurleburkan, strategi-strategi selicik tigabelasjuta sel otak sang jenderal taktik.

sekarang saatnya kau harus tidur, pulas, istirahatlah, mengapa masih kau paksa untuk naiki kudaku, kurasa kaulah yang sekarang mengujiku kawan. kau ingin kulemparkan pisaumu ke jantungmu agar aku tak melihatmu menaiki kudaku.

itukah yang kau inginkan kawan?

tidak, kau tidak berkata “ya” atau “tidak” atau “terserah” atau apalah, kau masih punya sikap. Sikapmu yang takkan pernah bisa kumengerti, mesti telah kujadikan rumahmu sebagai rumahku selama ini, pipamu sebagai pipaku

namun tetap saja kau takkan pernah bisa kumengerti…

matilah kawan, matilah dengan tenang, kau memang harus mati, jangan kau paksakan sampai kau mengalami kematian yang menyakitkan

kawan

semoga

Kalau saja...-keep on dreamin-

percayakah anda pada sugesti?

seberapa besar anda percaya dan memanfaatkannya?

akankah berpengaruh pada orang lain, jika anda menanmkan suatu sugesti pada orang lain?

katakanlah pada sebuah kasus yang terjadi, pada siapa biar anda menilai sendiri, seseorang berkata “aku dapat dengan mudah menentukan apa yang akan terjadi pada diriku, dan bagaimana orang lain bersikap padaku, kuncinya terletak pada sugesti dan kepercayaan diri yang anda bangun atas sugesti tersebut”

sekilas, dia berkata hal yang sangat masuk akal, sangat simpel, meski butuh kemauan yang besar, lalu saya bertanya, dapat dengan begitu mudahkah terjadi? apakah semua orang dapat mempraktekannya?

saya memang selalu mencoba mencari celah untuk memberikan pandangan yang berbeda, terkadang meremehkan,

pada bukti yang ia berikan kepada saya, memang terlihat orang yang menerapkan apa yang ia katakan dapat dilihatsukses dengan sukses dan nyaman dengan tujuan yang ia inginkan, sesuai dengan sugesti tersebut tentunya,

lalu saya berpikir, bagaimana caranya saya ngeyel, hm… my bad habbit, dia hanya fokus dan beruntung karena menemukan objek-objek yang sejenis, toh di dunia ini semua beragam,(kembar identik pun pasti memiliki perbedaan) dan dia hanya berkata “lihat saja buktinya”, asem saya mati kutu kali ini

sampai saat ini, saya sendiri telah mencoba metodenya dan sedikit banyak berhasil, tapi justru saya merasa kecewa, aku bukan diriku lagi, aku harus memakai topeng tertentu untuk mendapatkan hal yang sebenarnya tidak begitu kuinginkan, meski kubutuhkan.

huwh.., enough this bullshit., no one want to read it anyway, hm.., soal firasat, dan rasa bersalah, lebih memukul daripada itu semua (ach tambah ga nyambung ah SHIT)

The Eye Of The Queen Of Tiger

Brian May mencoba bertinju dengan melody ala rhapsody….

tapi apa yang tertancap di otakku (hmpf la kon sopo?)

“can anybody find me, find me somebody to love..”

sudah lama terpikir sebuah kejenuhan akan kesendirianku (kuapok) lost almoust everything that i’ve joyed… kini menghadapi kejenuhan-kejenuhan baru.

sebenarnya entah harus apa yang kuperbuat, ada serangan kebodohan menghinggapiku (hal yang jarang kutemui sejak kematian imajiner yang kubuat. (udah ah intronya)

beberapa hal yang sedikit banyak sangat menjengkelkan, aku harus berhadapan dengan lagu yang tak kusuka dan gaya hidup yang tak kusuka (istilah e ga banget), mungkin karena salahku sendiri, whatever (intro lagi)

oke, pertama gaya.., aku harus bertemu orang-orang yang ndeso, It’s ok, i like it (swear), tapi mereka terlalu total. Gampangnya mereka mencoba dengan seenaknya mencampur gaya mereka, It’s invotive, dont you think?

mereka mencoba untuk menjadi tanggung, separo kota separo diri mereka. Oke-lah, gaya kota memang bagus, gaya ndeso juga bagus, tapi sifatnya kontradiktif.

Aku punya istilah dari seorang guru teaterku, “pecel kalo dicampur dengan kue tart apa kamu mau? >>>pecel menurut orang desa enak, tart menurut orang kota enak, lakalo dicampur?? entah rasanya seperti apa, sepertinya aku ga bakal sukagentlemen, seperti sifat laki-laki.

Tapi menurutku mereka akan berevolusi menjadi wanita (really friends, i hate it), mungkin, memang sudah diramalkan bahwa laki-laki akan menyerupai wanita, mungkin pula memang sudah tak bisa lagi mengelak dari yang namanya budaya Melo. It’s ok, kalau masih ingat kalo kalian lelaki, (euh kemeruh )

beberapa hal yang kongkrit, kulihat dengan matakepalaku sendiri (istilahnya Ronster, field report), ada temanku yang punya hobi gosip, pake kosmetik, hobi curhat, suka nangis, ga mau denger hal lain selain hal-hal yang menyentuh (sinetron, reality show’s,) dan banyak yang lain yang ga bisa disebutkan satu persatu, (kesian). Sesekali, wajar-lah, aku juga pernah, tapi kalo keterusan mau jadi apa? PESOLEK MELOw?

sekalian, aku sebutkan yang paling Pathetic for me, “Eh, kamu tau ga? si anu ninggalin anu karena dia itu aslinya suka ama si anu, liat aja gayanya sekarang…, kan kesian si anu (mantan pacar si anu), emang ga punya perasaan si anu, amit-amit deh deket-deket ma si anu”

>>> kesian kan si Abdul ANU Harahap people’s choises i guess, but i wont…

yeah mungkin aku saja yang hiperbolis,

hm.., ada kata-kata bagus

“Orang yang begitu saja percaya dengan mudahnya menandakan ia sedang dalam kebodohan”

“Doubt all u can see”-Descartes

nuhun

Powered By Blogger